Wacana Ibu Kota Baru : Polemik yang Tak Berkesudahan

Tengkokbiru.com Akhir-akhir ini pemindahan Ibu kota Indonesia kembali menjadi topik hangat untuk diperbincangkan dan dipertimbangkan ulang oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Hal ini bukanlah sebuah cerita baru lagi bagi masyarakat Indonesia, melainkan polemik berkepanjangan yang tak berkesudahan hingga saat ini.

Sebenarnya pada era kepresidenan Ir. Soekarno proyeksi pemindahan Ibu kota ini sudah dirancang terlebih dahulu, akan tetapi wacana ini selalu timbul tenggelam sehingga tidak terealisasikan sampai sekarang juga.

Sumber : Tempo.co

Menurut Presiden Republik Indonesia (RI) Joko WIdodo, beberapa negara sudah melakukan antisipasi perkembangan yang akan terjadi dimasa depan dengan memindahkan pusat pemerintahannya, seperti Malaysia, Korea Selatan, Brazil, Khazakstan, dan lain-lainnya. (Sumber : Detik.com)

KEMANA IBU KOTA INDONESIA AKAN PINDAH?

Sumber : riauaktual.com

Badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) telah merampungkan kajian tahap pertama terkait rencana pemindahan ibu kota ke luar Jakarta. Kajian tersebut terfokus pada tiga wilayah yang menjadi kandidat utama pengganti Jakarta, di antaranya adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Dengan adanya informasi yang semakin kuat dari Badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas), tentu hal ini menuai Pro dan Kontra dari beberapa pihak tokoh politik, salah satunya adalah Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau lebih akrab dipanggil Ahok.

Sumber : Detik.com

Dalam video 'BTPVLOG #12 - MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA SUKU DAYAK' yang diunggah di akun Panggil Saya BTP. Ahok menjabarkan rencana dalam menjaga kebudayaan suku Dayak dan memberikan komentarnya terkait pemindahan Ibu Kota baru.

Sebelumnya, Ahok sempat berterima kasih karena telah diangkat sebagai warga kehormatan masyarakat Dayak Kenyah dan diberi gelar Asang Lalung, yang artinya tokoh muda, teguh, perkasa, dan pemberani.

Berbicara soal rencana pemindahan ibu kota baru dari DKI Jakarta ke luar Pulau Jawa, Pria keturunan Tionghoa ini menaruh harapan penuh agar Kalimantan Timur (Kaltim) bisa menjadi pilihan ibu kota Indonesia yang baru.

"Ya saya tidak tahu, mudah-mudahan saja (Jokowi pilih Kaltim jadi ibu kota). Saya kalau baca-baca berita, katanya Pak Jokowi pengen pindahin ibu kota, Saya nggak begitu ngikutin berita karena hampir 4 setengah bulan saya di luar negeri keliling. Ya siapa tahu beliau (Pak Jokowi) memilih Kaltim ya," ucap Ahok (Seperti dilansir oleh detik.com)


Sumber: wowkeren.com

Sedangkan empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2019-2024 terpilih, dari DKI Jakarta mengaku tidak setuju dengan rencana tersebut. Keempatnya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, Sabam Sirait, Fahira Idris, dan mantan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni.

Kami berempat sepakat bahwa kami, anggota DPD Provinsi DKI Jakarta, tidak setuju jika Ibu Kota dipindahkan ke Kalimantan, (atau ke) daerah lain." ujar Fahira (Seperti dilansir oleh wowkeren.com)

Salah satu alasan utama penolakan mereka adalah masalah anggaran, Mereka menilai dana yang dibutuhkan kelewat besar seperti yang diketahui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan megaproyek ini menelan biaya ratusan triliun rupiah.

"Mendirikan sebuah Ibu Kota negara akan triliunan keluar uang. Kita lebih memerlukan (uang tersebut untuk keperluan) yang lain daripada itu." kata Sabam, dilansir dari laman Kompas, Jumat (26/7).

TUJUAN PEMINDAHAN IBU KOTA 

Sumber : www.boombastis.com

Disisi lain, semua kebijakan ini akan menjadi faktor utama untuk mewujudkan terealisasinya Ibu Kota Baru atau tidak. Terlepas dari itu, memang saat ini padatnya penduduk DKI Jakarta yang terus menerus bertambah, membuat pemerintah harus memutar otak untuk mencari jalan keluar demi mengatasi permasalahan bersama dengan tujuan :
  1. Mengurangi beban Jakarta dan Jabotabek
  2. Mendorong pemerataan pembangunan ke wilayah Indonesia bagian timur
  3. Mengubah mindset pembangunan dari Jawa Centris menjadi Indonesia Centris
  4. Memiliki ibu kota negara yang merepresentasikan identitas bangsa, kebinekaan dan penghayatan terhadap Pancasila
  5. Meningkatkan pengelolaan pemerintahan pusat yang efisien dan efektif
  6. Memiliki Ibu kota yang menerapkan konsep smart, green, and beautiful city untuk meningkatkan kemampuan daya saing (competitiveness) secara regional maupun internasional. (Sumber: Cnbcindonesia.com)
BIAYA PINDAHNYA IBU KOTA

Sumber : kolom.tempo.co

Sebagai Mahasiswa Komunikasi Penyiaran, menurut saya pribadi, untuk mewujudkan Ibu Kota Baru ini bukanlah hal yang mudah, mengingat dana yang diperlukan begitu besar diperkirakan mencapai Rp323 triliun-Rp466 triliun (US$22 miliar-US$33 miliar). Hal ini tentu semakin menguras ekonomi APBN kita yang kian merosot serta pundi-pundi hutang yang tak kunjung terselesaikan.  Mirisnya lagi yang saya ketahui, kita harus membayar hutang negara dengan kembali berhutang kepada negara lain.

Akan tetapi, berdasarkan data yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dari jumlah tersebut, APBN rencananya hanya akan mengambil porsi Rp30,6 triliun atau 6,56 persen dari kebutuhan anggaran. Sementara itu, uluran tangan swasta diharapkan bisa mencapai Rp435,4 triliun atau 93,43 persen. Dari angka tersebut, sebanyak Rp340,4 triliun akan disediakan melalui skema KPBU dan sisa Rp95 triliun akan disediakan swasta murni. (Sumber: Cnnindonesia.com)

Yang terpenting kita harus tahu, Jakarta sudah menjadi kota megapolitan dan bukan metropolitan lagi. Mungkin nantinya ketika Ibu kota berpindah ke provinsi lain, kita dapat menempatkan Jakarta sebagai pusat keuangan, Karena banyaknya kegiatan bisnis yang terjadi di Jakarta hingga saat ini.

Selain itu, para ahli sudah memprediksi kalau 2030 Jakarta akan tenggelam karena masalah intrusi air laut. Masalah intrusi air laut merupakan salah satu hal yang harus di antisipasi dengan baik, jika tidak maka hal itu akan benar-benar terjadi.

Harapan saya semoga Ibukota Indonesia yang baru nanti dapat terealisasi dengan baik, tentu pemindahan ibukota tidak lah semudah membalikan telapak tangan, karena itu harus membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan Masyarakat yang ada di Indonesia.

Apapun pilihan Provinsi terkait Ibu Kota Baru nanti, Sebagai generasi muda pewaris bangsa, saya berharap perkembangan Indonesia berdampak positif bagi masyarakat, terutama minimnya pengangguran, meningkatnya Sumber daya alam (SDA), meningkatnya pemerataan infrastruktur pembangunan serta meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan.

Terima Kasih teman-teman semua yang sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadi pengatahuan baru bagi kita semua, setuju atau tidak setuju silahkan berikan pendapat kalian di kolom komentar dibawah ini :)













Posting Komentar

2 Komentar

  1. Semoga pemerataan dapat terealisasi ya Kak. Bagus sih konsep adminitratif di Kalimantan Dan pusat Keuangan di Jakat

    BalasHapus
  2. Biaya pemindahan ibukota pasti sangat besar, sudah menjadi salah satu kebutuhannya ya. Tapi jika ibukota tidak segera dipindahkan, Jakarta akan semakin tidak layak lingkungannya.

    BalasHapus